Tanggal 28-29 april 2018, kami berencana untuk mendaki gunung prau. Rencana ini muncul 1 bulan yang lalu kala samsul mengejak kami untuk touring ke bukit teletubies dieng. Tampa berfikir panjang, kami pun meng iyakan rencana tersebut.
Jumat, 27 april 2018. Kami mengadakan TM mengenai pendakian esok hari. Kami pun mulai menyiapkan rencana untuk pendakian esok. Kami memilih jalur dieng yang menurut info kabarnya jalur ini lebih landai dari patak banteng. Tak lupa kami menyiapkan logistik dan sewa carrier sama tenda.
Berfoto dulu sebelum berangkat...
Sabtu, 28 april 2018. Kami berkumpul dirumah fauzan. Setelah semuanya siap, kami langsung meluncur ke dieng plateau. Sepanjang perjalanan ke dieng, kami ditemani oleh rintik hujan. Kami pun berteduh sejenak ke kios mie ayam di daerah pasar batur sambil mengisi perut kami yang mulai keroncongan. Setelah hujan agak reda, kami pun melanjutkan perjalanan. Berharap sore ini dan esok pagi cerah.
Makan dulu bos ku... wkaka :D
Sekitar pukul 13.10, kami tiba di basecamp gunung prau via dieng. Basecamp gunung prau via dieng ini terletak di desa dieng, kecamatan kejajar kabupaten wonosobo. Basecamp ini berada di ketinggian 2105 mdpl. Letaknya diatas SMP N 2 Kejajar. Kalau dari arah wisata dieng lurus ke arah wonosobo. Setelah sampai pertigaan arah kawah sikidang belok kiri. Sekitar 50 meter setelah pertigaan ada pertigaan lagi, ambil kiri. Lurus terus mengikuti jalan makadam menanjak sampai ke basecamp gunung prau via dieng.
Basecamp gunung prau via dieng
Berfoto bersama di gerbang pendakian
Pukul 13.50, kami memulai pendakian. Jalan yang kami lalui berupa jalan cor beton halus melewati perkebunan warga. Setelah memasuki perbatasan hutan, trek berubah menjadi tanah. Jalan yang kami lalui masih landai. Setelah beberapa menit masuk hutan, kami tiba di pos 1. Pos 1 berada di ketinggian 2206 mdpl. Jarak dari basecamp menuju pos 1 sekitar 913 meter dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Pemandangan dataran tinggi dieng dari perbatasan hutan
Setelah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Trek yang dilalui masih berupa tanah namun kali ini agak nanjak. Bila musim kemarau, debunya banyak. Setelah berjalan cukup lama, kami akhirnya tiba di pos 2. Pos 2 berada di ketinggian 2375 mdpl. Jarak dari pos 1 menuju pos 2 sekitar 790 meter dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Pemandangan dari pos 2
Setelah dirasa cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Trek yang kami lalui masih berupa tanah, hanya bedanya, kali ini banyak akar-akar yang menjulang ke tanah. Di sini kami menemui tanjakan akar cinta yang sangat legendaris di jalur pendakian gunung prau via dieng ini. Setelah tanjakan akar cinta, trek kemudian berputar bukit melewati lembah.
Tanjakan akar cinta
Sebelum pos 3 nanti ada persimpangan jalur kalilembu. Pos 3 berada di ketinggian 2504 mdpl. Jarak dari pos 2 menuju pos 3 sekitar 860 meter dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Foto di pos 3
Kami segera melanjutkan perjalanan karena hari sudah semakin sore. Trek yang kami lalui berubah menjadi landai. Kami berjalan melewati punggungan gunung prau hingga menemui bukit teletubies. Sepanjang jalan, kami banyak menemui bunga lonte sore atau bahasa kerennya adalah bunga daisy. Bukit teletubies berada di ketinggian 2562 mdpl. Jarak dari pos 3 ke bukit teletubies sekitar 580 meter dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Bukit Teletubies
Bunga Daisy ( lonte sore )
Kami sempat mengabadikan momen dengan berfoto di bukit teletubes ini sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanan menuju sunrise camp. Dari arah basecamp gunung prau jalur dieng ini, puncak tertinggi gunung prau ada pada puncak bukit ke tiga. Sayangnya, kabut turun saat kami berada di puncak ini. Puncak tertinggi gunung prau berada di ketinggian 2590 mdpl. Jarak antara bukit teletubies ke puncak tertinggi gunung prau sekitar 940 meter dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.
Berada di antara bukit teletubies
Kami melanjutkan perjalanan ke sunrise camp. Sunrise camp berada di ketinggian 2562 mdpl. Jarak antara puncak ke sunrise camp sekitar 810 meter dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Setelah sampai sunrise camp, kami langsung mendirikan tenda. Kemudian masak-masak. Mie instan, segelas kopi, dan secengkeh pisang menemani senja kami di gunung prau, sambil bercerita tentang apa saja yang ada di benak pikiran kami.
Minggu, 29 april 2018. Keesokan harinya, kami bangun pagi-pagi sekali untuk berburu sunrise. Kami di beri kesempatan untuk melihat sunrise gunung prau. Terlihat gunung sumbing dan gunung sindoro serta gunung kembang yang terlihat begitu besar di depan kami. Samar samar terlihat pula gunung andong, lawu, merbabu, telomoyo, merapi, ungaran, dan muria. Sedangkan gunung slamet kami temui di balik bukit di arah barat. Memang benar kata orang bahwa semua gunung di jawa tengah terlihat dari puncak prau.
Sunrise gunung prau, terlihat dari kiri ke kanan gunung lawu, telomoyo, andong, merbabu, dan merapi
Gunug sumbing, sindoro dan kembang. Kalo kata orang sih ini namanya pasar di puncak prau. wkwkw
Setelah puas menikmati sunrise, kami pun menuju ke tenda untuk masak masak untuk mengisi perut kami. Setelah kenyang, kami packing barang barang kami, tidak lupa sampah kami bungkus dengan trash bag dan kami bawa turun. Kami langsung turun menuju basecamp. Setelah sampai basecamp, kami melanjutkan perjalanan pulang dengan motor kami ke tegal. Sampai jumpa dieng, gunung prau, dan segala keindahannya. Semoga di lain waktu, kita dapat menikmati keindahan alammu lagi.
Dataran tinggi dieng dan gunung slamet dilihat dari puncak gunung prau
Berpose sebelum turun ke basecamp
Gunung muria dan Gunung ungaran dilihat dari puncak gunung prau

















